Menu Close

Kiat Sukses Memimpin Organisasi Dengan Kecerdasan Emosi

Unsur kebudayaan menjadi suatu hal yang seringkali diunggulkan oleh seseorang atau kelompok dengan menonjolkan sikap etnosentrisme. Beberapa unsur kebudayaan tersebut antara lain seperti bahasa, perilaku, kebiasaan, hingga agama. Pancasila sebagai dasar mengatur pemerintahan negara dan dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara harus dapat diinternalisasi dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Ia tidak bisa dipertentangkan, tetapi ia harus direlasikan atau bahkan diintegrasikan. Salah satu ciri kearifan lokal adalah memiliki tingkat solidaritas yang tinggi atas lingkungannya. Ketika diperhadapkan dengan situasi yang melelahkan dan membutuhkan banyak perhatian, sangat sulit bagi seorang pemimpin untuk duduk diam ataupun mengambil waktu untuk berpikir dan merenungkan pilihannya. Tentulah tidak mudah bagi Musa untuk memimpin suatu bangsa besar yang baru saja dibebaskan dari perbudakan dan menuju tanah yang dijanjikan.

Sedangkan pemimpin melihat bakat dan prestasi orang lain sebagai aset, karena mereka memiliki keyakinan atas bakat dan prestasinya sendiri. Sehingga pemimpin ingin membuat hal-hal yang lebih baik dan mereka selalu menemukan aset, karena seorang pemimpin adalah pemain tim sejati. Mereka tidak takut mengakui bahwa mereka membutuhkan orang lain untuk menjadi kuat. Hal ini tentunya menunjukkan pentingnya kepemimpinan dalam dunia pengadilan yang pula menjadi salah satu misi Mahkamah Agung yaitu meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan, turut pula didalamnya Peradilan Agama. Perkataan Khalifah oleh sebagaian mufassirin berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu. Sehingga jelaslah bahwa manusia telah dikaruniai sifat dan sekaligus tugas sebagai seorang pemimpin.

Disini seorang leader/manager/pemimpin dituntut agar berperan besar untuk membuat dan membawa kearah konflik yang fungsional bukan membawa kearah konflik yang desdruktif/merusak. Namun masukan dan tanggapan yang akan diberikan nantinya bisa melakukan evaluasi terhadap apa yang harus diperbaiki. Maka dari itu, biasanya seorang pemimpin di setiap perusahaan terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada orang yang profesional. Namun sebagai orang malu dalam mengungkapkan kekurangan tersebut di hadapan orang banyak.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Zuhud harus dimaknai sebagai ikhtiar batin untuk melepaskan diri dari keterikatan selain kepada-Nya tanpa meninggalkan urusan duniawi. Karena justru di tengah-tengah kenyataan duniawi posisi manusia sebagai hamba dan fungsinya sebagai khalifah harus diwujudkan. Pilar yang ketiga adalah Al-Ma’ad, sebuah keyakinan bahwa nantinya manusia akan dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat dan setiap manusia akan mendapatkan imbalan sesuai amal dan perbuatannya (Yaumul Jaza’). Dan mereka semua akan dihitung seluruh amal perbuatan mereka selama hidup di dunia. Mereka yang banyak beramal baik akan masuk surga dan mereka yang banyak beramal buruk akan masuk neraka. Kekhawatiran mereka termasuk gaya penyedirinya dalam sebuah sistem yang berjalan berdasarkan konsensus, dan sikap blak-blakan yang terkadang bisa membuatnya menantang garis partai.