Menu Close

Kepemimpinan Empati Di Masa Pandemic Covid

Hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan sikap tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang pemimpin perusahaan. Teladan, integritas, komitmen, etos kerja, profesionalitas dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh pemimpin pelayan sudah wajib diterapkan dalam setiap lini penyelenggaraan pelayanan publik. Pemimpin sudah seharusnya berdiri di depan untuk menjadi teladan dan memberikan pelayanan kepada mereka yang dipimpin dan kepada masyarakat. Pemimpin harus berdiri di tengah untuk memantik dan menggugah motivasi dan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan.

Negara hukum Indonesia merupakan perpaduan three unsur yaitu Pancasila, hukum nasional dan tujuan Negara dimaksudkan sebagai pedoman dan dasar untuk menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara hukum Pancasila itu harus mampu menjadi sarana dan tempat yang nyaman bagi kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan pendapat Daniel S Lev, maka negara hukum Pancasila menjadi paham negara terbatas dimana kekuasaan politik resmi dikelilingi oleh hukum yang jelas dan penerimaannya akan mengubah kekuasaan menjadi wewenang yang ditentukan secara hukum. Konsep negara hukum Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara hukum formil dan materiil, karena selain menggunakan undang-undang juga menekankan adanya pemenuhan nilai-nilai hukum. Asas ini antara lain diwujudkan dalam pemberian jaminan sosial dan lembaga negara yang bergerak di bidang sosial yang menyelenggarakan masalah-masalah sosial dalam negara. Dari sudut sejarah, Pancasila sebagai dasar negara pertama-tama diusulkan oleh Ir.Soekarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 1 Juni 1945, yaitu pada waktu membahas Pancasila sebagai dasar negara.

Tentunya sifat seorang pemimpin wajib memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Tentunya seorang pemimpin harus cermat mengemas komunikasi yang sesuai dengan bahasa kaumnya, sehingga setiap pesan ethical, visi, dan misi yang diembannya menjadi semangat bersama untuk membangun masyarakat sebagaimana Rasulullah sukses membangun Yastrib menjadi Kota Madinah. Kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan dapat dikatakan sangat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Seorang Pimpinan membutuhkan orang lain, yaitu bawahan untuk melaksanakan secara langsung tugas-tugas, di samping memerlukan sarana dan prasarana lainnya. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kondusif di dalam kehidupan organisasional. Peran seorang pemimpin risiko sangat diperlukan dalam proses asimilasi budaya sadar risiko yang positif.

Dengan demikian, jenis kekuasaan itu perlu ditentukan terlebih dahulu, baru kemudian dibentuk lembaga negara yang bertanggung jawab untuk melaksanakan jenis kekuasaan tertentu itu. Mengarahkan ego dan kepentingan individu serta kelompok demi merealisasikan visi organisasi. Jika pemimpin memiliki citra yang baik, maka bawahannya pun cenderung akan mengikutinya. Tut wuri handayani berarti, apabila siswa sudah paham dengan materi, siswa sudah pandai dalam banyak hal maka guru harus menghargai siswanya tersebut. Guru diharapkan mau memberikan kepercayaan bahwa siswa dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Semboyan ini diwujudkan dengan pemberian tugas, ataupun belajar secara mandiri atau pengayaan.

Itu karena semua keputusan, gerakan dan laju pembangunan membutuhkan leadership. Dengan kekuatan leadership yang baik dan kerja sama tim yang dibentuk dengan baik pula, maka hambatan dan rintangan dapat dihadapi oleh tim. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan apabila dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Memberikan kepercayaan kepada bawahan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai kemampuan pegawai dalam batasan tertentu. Gaya kepemimpinan, baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan disiplin dan produktivitas kerja pegawai. Dari beberapa teori gaya kepemimpinan maka Gaya Kepemimpinan Klasik yang dipadukan dengan Gaya Otoriter pada kondisi tertentu kiranya cocok untuk diterapkan dan digunakan pemimpin saat ini di Jembatan Timbang. Tujuan pendidikan menyebabkan sifat kepemimpinan yang berbeda,sehingga dapat tumbuh birokrasi kekuasaan dengan pengawasan yang ketat atau carayang demokratis atas dasar intelijensi untuk menemu­kan sifat program pendidikan.

Hal ini memulai tradisi politik kerja sama antara elit muda Indonesia dan para pejabat pemerintahan Belanda yang diharapkan untuk membantu wilayah Hindia Barat mencapai kemerdekaan yang terbatas. Etnosentrisme merupakan pandangan kelompok tertentu di mana yang berasal dari satu budaya untuk menilai budaya yang lain yang memiliki nilai sosial berbeda dengan kebudayaannya. Pembangunan sistem hukum nasional diharapkan lahir produk hukum yang demokratis, yaitu tercapainya keadilan, ketertiban, keteraturan sebagai prasyarat untuk dapat memberikan perlindungan bagi rakyat dalam memperoleh keadilan dan ketenangan. Pandangan para pendiri negara tersebut, menunjukkan ide rechtsstaat mempunyai pengaruh yang cukup besar dan di sisi lain ada kecenderungan nasional untuk merumuskan suatu konsep negara hukum yang khas Indonesia. Ide khas tersebut terlontar dalam gagasan yang disebut dengan negara hukum Pancasila atau negara hukum berdasarkan Pancasila. Negara hukum Pancasila mengandung sifat kolektif, private dan religius.

Rakyat yang enggan diajak bergerak menjemput perubahan adalah pertanda gagalnya kepemimpinan. Di sana tidak muncul pemimpin berkarakter kuat, punya kredibilitas terjaga, sanggup menjadi inspirasi keteladanan dan mampu menumbuhkan harapan. Solidaritas kelompok sebagai dasar kehidupan yang dilandasi oleh iman dan akhlak mulia seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw, dapat memberikan implikasi terhadap tatanan kerja sama kemanusiaan (ta’âwun al-ihsan).

Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan . Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan. Kepemimpinan seseorang sangat bergantung pada beberapa kepribadian tertentu yang dapat membedakan antara seorang pemimpin dengan bukan pemimpin. [newline]Artinya bahwa kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh faktor inner kepribadian dirinya seperti integritas, loyalitas, kharisma, keinginan, kecerdasan, kesehatan, keterampilan berpolitik, percaya diri, dan memiliki visi yang jelas. Bagaimanapun, situasi darurat, konflik sosial dan kompleksitas sistem akan menjadi filter untuk menyaring mana pemimpin publik yang mumpuni dan mana yang lemah.