Menu Close

Belajar Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Orang Lain

Paling tidak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk membentuk lingkungan yang toleran dalam keberagaman agama. Sikap toleransi bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan akibat banyaknya perbedaan. Terjadinya perpecahan yang dapat merugikan masing-masing individu dalam melakukan aktivitas sosialnya.

Untuk mengajarkan toleransi, Anda perlu menggunakan berbagai cara agar anak semakin mendalami apa itu toleransi dan bagaimana harus menyikapinya. Oleh karena itu, cobalah untuk mempertimbangkan anak untuk masuk ke sekolah yang berisi anak-anak dengan latar belakang budaya berbeda. Memberikan contoh yang baik juga bisa dilakukan dengan menanggapi komentar negatif seputar toleransi. Misalnya saat salah seorang anggota keluarga atau tetangga sedang membuat lelucon yang menyinggung SARA di depan anak, maka segera tanggapi lelucon tersebut dengan sikap tegas. Sikap tanggung jawab pastinya memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Padahal hidup itu sendiri merupakan tanggung jawab masing-masing orang.

Melatih sikap toleran kita

Karena dengan tidak adanya rasa tanggung jawab dari guru maka anak didik itu akan berbuat hal-hal yang tidak dibenarkan dalam pendidikan. Apabila rasa tanggung jawab tidak ada dalam diri seorang guru, maka tidak mustahil bila tujuan pendidikan tidak tercapai. Memperkuat hubungan antar manusia juga merupakan manfaat toleransi dalam agama Islam. Kita bisa merasakan betapa nikmatnya jika kita terhindar dari syirik dalam islam dan saling bertoleransi antar sesama. Orang yang sama-sama memiliki jiwa toleransi akan sering meluangkan waktu untuk saling berdiskusi dan mengambil keputusan yang harus dirubah. Jika hal ini dapat dilakukan secara berulang, maka hubungan antar manusia akan terasa lebih kuat.

Dalam kehidupan ini tidak ada sesuatu yang didapatkan secara instan dan mudah. Semua harus berproses, melewati tahap demi tahap, mengalami dan merasakan sendiri semua proses itu sehingga ketika mendapatkan sesuatu itu akan menimbulkan kepuasan secara rohani. Banyak orang yang ingin mendapatkan sesuatu secara mudah tanpa harus bersusah payah dan berdarah-darah. Ada murid yang ingin mendapatkan nilai dalam ujian dengan hasil baik, tapi ia tidak mau melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, maka jalan pintasnya adalah menyontek. Ada mahasiswa yang ingin menghasilkan karya akhir untuk menyelesaikan studinya tanpa mau bersusah payah membaca, menelusuri literatur dan menuangkannya dalam tulisan. Maka jalan pintasnya adalah melakukan plagiasi dengan cara mengcopy paste karya orang lain.

Kepedulian seperti inilah yang perlu kita pupuk untuk mencegah penyebaran virus Corona supaya kita bisa bersama-sama mengatasi masa-masa sulit ini dengan baik. Cara-cara di atas tidak sepenuhnya wajib dilakukan, tetapi semakin banyak cara yang dilakukan, maka akan semakin baik. Namun dari itu semua, sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan kecerdasan sosial ini? Berkaca pada pepatah lama, tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat. Dari situ dapat kita ambil hikmahnya bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dengan belajar untuk meningkatkan kecerdasan sosial, hubungan kita dengan manusia diharapkan semakin baik.