Menu Close

7 Cara Mengajari Dan Melatih Anak Menghormati Perbedaan Halaman All

Sikap toleransi sudah lama tumbuh subur di kalangan masyarakat Indonesia, dan hingga kini terus dipelihara dan dijaga, khususnya oleh masyarakat suku Tengger, di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Hal inilah yang menjadikan masyarakat suku Tengger hidup penuh dengan kerukunan meskipun mereka memiliki perbedaan latar belakang agama. Umat Budha merupakan agama yang paling dominan dengan jumlah pemeluk lebih dari 50%. Dugan mengatakan bahwa tertawa membantu pengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.

Menurut Krispina, itu merupakan suatu pembelajaran yang baik bagi siswa untuk dapat bergaul meski berbeda latar belakang kepercayaan. Menanamkan karakter toleransi terhadap sesama merupakan salah satu pembelajaran utama yang dilakukan di Taman Kanak-kanak Fransiskus Gisting, Tanggamus. Kepala TK Fransiskus, Gisting, Krispina, mengatakan pembentukan karakter merupakan hal pokok yang harus diprogramkan dalam pendidikan anak usia dini. Sesibuk apapun pekerjaan kita, usahakan untuk tetap meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini dimaksudkan agar kita mengetahui perkembangan sekolah anak kita, dan membantu mencari jalan keluar atas kesulitan atau permasalahan yang dihadapi oleh anak kita disekolah. Tidak dimungkiri, sikap toleransi merupakan salah satu pilar persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Melatih sikap toleran kita

Merasakan keberagaman itu sendiri secara tidak langsung mendidik orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk bisa menghargai dan menerima setiap perbedaan satu sama lain. Pribadi yang toleran bukan hanya sekadar bentuk pengakuan tetapi juga sikap nyata yang dituang ke dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh MUHAMMAD FAUZI, S.PD.I., M.PD.I . Fauzi mengangkat tema “MEMAHAMI BATASAN DALAM KEBEBASAN BEREKSPRESI DI DUNIA DIGITAL”. Fauzi menjabarkan jenis-jenis ekspresi di dunia digital antara lain, menyatakan pendapat, karya ilmiah, dan kreasi. Bentuk ekspresi di dunia digital meliputi, tulisan atau teks, gambar atau visual, suara atau audio, dan suara yang disertai dengan gambar .

Dalam hal ini, kita akan membahas tentang menjalin hubungan baik dengan manusia menggunakan kecerdasan sosial yang kita miliki. Seluruh masyarakat juga harus memiliki kesiapan untuk menerima kehadiran orang lain di lingkungannya, karena itu menjadi kunci penting untuk dapat hidup berdampingan secara damai dengan tidak mengganggu keyakinan masing-masing, pesan Wapres. Kita tahu bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki batasan bagi dirinya sendiri. Maka penting bagi orang tua untuk memahami sejauh mana batasan dan perbedaan yang sulit ditoleransi anak-anak kita.

Institusi pendidikan merupakan media sosialisasi primer yang sangat mempengaruhi pembentukan karakter manusia dikemudian hari. Jika sikap dan perilaku taat hukum telah ditanamkan sejak din, maka kedepan, sikap untuk menghargai dan mematuhi aturan akan mendarah daging dan membudaya di masyarakat. Tentunya hal ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan yang benar tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan. Apabila hal ini dapat dilakukan, maka ia pun akan terbiasa menerapkan kesadaran yang telah dimilikinya dalam lingkungan yang lebih luas, yaitu lingkungan masyarakat dan bahkan negara. Selain memupuk sikap toleransi, sekolah ini juga menerapkan enam aspek pendidikan lain dalam program belajar siswanya, meliputi agamais, sosial emosional, bahasa, kognitif, motorik, dan seni. Sebab, diharapkan anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mencakup dari segi psikomotorik, sosial, dan moral.